KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)

A. Pengertian kepemimpinan
Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan dari sesrorang( yaitu pemimpin atau leader ) untuk mempengaruhi orang lain ( yaitu orang yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya), sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut.
Kepemimpinan ada yang bersikap resmi ( formal leadership ) yaitu kepemimpinan yang tersimpul didalam suatu jabatan, da nada pula kepemimpinan karena pengakuan dari masyarakat akan kemampuan seseorang untuk menjalankan kepemimpinan. Sedangkan yang tidak resmi ( informal leadership ) adalah bahwa berada diatas landasan-landasan atau peraturan-peraturan resmi, sehingga dengan demikian daya cakupnya agak terbatas pula.
B. Jenis – Jenis Kepemimpinan (Leadership)
Beberapa pendapat para ahli yang berbeda-beda:
 Barlett ( lih. Young, 1956 ) memberikan pendapat bahwa ada beberapa macam jenis kepemimpinan, yaitu :
1. jenis institusional biasanya otoritas dari pemimpin didasarkan atas adat kebiasaan atau oleh peraturan-peraturan yang telah disepakati.
2. jenis dominan adalah jenis pemimpin yang biasanya menggunakan paksaan ataupun dengan kekerasan dalam menyelesaikan suatu masalah.
3. jenis pemimpin yang persuasive ialah pemimpin dalam pendekatan kepada yang dipimpin digunakan cara membujuk, tidak dengan paksaan, memberikan sugesti-sugesti agar yang dipimpin dapat mengikuti apa yang dikehendaki oleh pihak pimpinan.

 Lindgren (lih. Masri, 1969 ) memberikan pandangan adanya empat macam jenis kepemimpinan, yaitu :
1. Jenis parental ialah pemimpin yang dalam pendekatan kepada yang dipimpinnya bersikap sebagai orang tua (parent) terhadap anaknya.
2. Jenis expert adalah jenis pemimpin yang dipandang mempunyai keahlian tertentu
3. Jenis artist adalah jenis pemimpin yang mempunyai sifat sebagai seniman, khususnya dalam hal hubungan dengan manusia lain
4. Jenis manipulator ialah jenis pimpinan yang pada umumnya memberikan janji-janji untuk mengikat hati dari yang dipimpinnya, tetapi sering janji-janji itu tidak dapat dipenuhi.

C. Fungsi Kepemimpinan Dalam Kelompok

 Reven dan Rubin menyebutkan mpat fungsi kepemimpinan yaitu:
• Membantu menetapkan tujuan kelompok
Pemimpin adalah pembuat policy ( policy maker ) membantu kelompok dalam menetapkan tujuan apa yang hendak dicapai. Kemudian dirumuskan rencana kerja guna mencapai tujuan yang sudahditetapkan. Sebagai pelaksanaan, pemimpin mengkoordinasi kegiatan-kegiatan semua anggota kelompok sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

• Memelihara kelompok
Selama perjalanan kegiatan kelompok, tidak dapat diletakkan terjadi ketidakcocokan diantara anggota yang sering diikuti dengan ketegangan dan permusuhan. Pemimpin diharapkan dapat meredakan ketegangan, perbedaan pendapat, dan secara umum menjaga keharmonisan kelompok.

• Memberi symbol untuk identifikasi
Anggta kelompok suatu ketika memerlukan symbol di mana mereka dapat mengidentifikasikan dirinya seperti misalnya bendera, slogan atau symbol-simbol yang lain, misalnya untuk gerak jalan dan sebagainya. Pemimpin itu sendiri kadang-kadang juga sebagai symbol dan kelompoknya. Dengan mengidentifikasi dirinya dengan pemimpinnya, diharapkan dapat dijaga kesatuan kelompok.

• Mewakili kelompok terhadap kelompok lain
Pemimpin mewakili kelompok dalam hubungannya dengan kelompok atau orang lain, ia diharapkan dapat memecahkan problem-problem atau ketegangan-ketegangan di antara kelompok dan membantu kerja kelompok dengan kelompok lain terhadap tujuan umum.

 Knech, Crutchfield, dan Ballachey menyebutkan fungsi pemimpin yang lebih kompleks lagi.
• Pemimpin adalah eksekutif
Peranan pemimpin yang nyata di dalam setiap kelompok adalah sebagai coordinator dan kegiatan kelompok.
Dalam hal ini biasanya pemimpin tidak mengerjakan pekerjaan kelompok tetapi menugaskan kepada anggota kelompok yang lain, sedangkan pemimpin yang mengkoordinirnya.

• Pemimpin sebagai perencana
Pemimpinlah yang menentukan rencana bagi kelompoknya. Perencanaan ini adalah sebagai usaha mencapai tujuan kelompoknya.

• Pemimpin sebagai pembuat kebijaksanaan (policy-maker).
Salah satu fungsi yang paling penting dari pemimpin adalah menetapkan tujuan kelompok dan kebijaksanaannya.

• Pemimpin sebagai seorang yang ahli (expert)
Pemimpin kerapkali sebagai sumber informasi dan kecakapan (skill)

• Pemimpin sebagai wakil kelompok untuk hubungan keluar.
Ia biasanya mewakili kelompoknya untuk berhubungan dengan luar. Ia membawa suara kelompoknya. Ia sebagai juru bicara (spokesman) dari kelompoknya. Untuk itu ia harus dapat menafsirkan kebutuhan kelompoknya secara tepat.

• Pemimpin sebagai pengawas hubungan di dalam kelompok.
Ia harus menjaga hubungan antara anggota di dalam kelompok itu sebaik-baiknya.

• Pemimpin sebagai orang yang memberikan hadiah dan hukuman.
Pemimpin yang menentukan tindakan-tindakan yang perlu memperoleh hadiah dan hukuman

• Pemimpin sebagai wasit (pelerai) dan perantara. Dalam menghadapi konflik-konflik di dalam kelompoknya pemimpin bertindak sebagai pelerai dan juga perantara, sehingga menghindarkan ketegangan-ketegangan yang terjadi di dalamnya.

• Pemimpin sebagai contoh (teladan)
Pemimpin dijadikan contoh bagi anggotanya dalam tingkah lakunya.

• Pemimpin sebagai symbol dan kelompok

• Pemimpin sebagai pengganti tanggung jawab individual (perorangan).
From (1941) menyatakan dalam tulisannya tentang adanya kecenderungan untuk mendelegasikan atau mewakilkan tanggung jawabnya kepada pimpinannya dalam beberapa hal.

• Pemimpin sebagai idiologis
Kadang-kadang pemimpin sebagai orang yang mencetuskan idiologi dari kelompoknya, ia harus menjaga sumber kepercayaan, nilai-nilai, serta norma daripada anggota kelompok.

• Pemimpin sebagai figure ayah
Dalam banyak hal pemimpin berfungsi sebagai ayah dari anggotanya. Ia melindungi secara emosional bagi anggotanya, tempat memperoleh rasa aman dan sebagainya.

• Pemimpin sebagai tempat menumpahkan segala kesalahan (scapegoat)
Hal ini sesuai dengan fungsi bahwasanya pemimpin adalah penanggung jawab dari kelompoknya. Sehingga kesalahan itupun, juga menjadi tanggung jawab pemimpin

D. Teori-teori kepemimpinan dalam kelompok
Dalam kepemimpinan terdapat adanya beberapa teori. Bila dilihat dari teori kepribadian, seseorang pemimpin dilahirkan dengan sifat-sifat kepemimpinannya.
Berkaitan dengan kepemimpinan ini Stogdill (1974) memberikan gambaran adanya berbagai-bagai macam pendapat atau teori mengenai pemimpin dan kepemimpinan. Teori-teori tersebut :
a. Greatman theory
Sementara ahli kena pengaruh pandangan Galton mengenai latar belakang keturunan dari orang-orang besar (great man), dan mencoba menjelaskan masalah kepemimpinan dikaitkan dengan keturunan. Kelompok teori ini mempelajari sifat-sifat yang menonjol dari para memimpin yang berhasil. Sifat-sifat apa yang dimiliki oleh pemimpin tersebut dan kemudian dikaitkan dengan latar belakang keturunan atau herediternya sebagai factor pendukung. Kelompok ahli ini menjurus pada teori train s of leadership.

b. Environmental theory
Sementara ahli berpendapat bahwa pemimpin itu timbul sebagai akibat dari waktu, tempat dan keadaan atau situasi. Pandangan ini menempatkan factor lingkungan yang menyebabkan timbulnya pemimpin. Keadaan lingkungan menstimulasi seeorang melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan persoalan-persoalan yang dihadapi pada waktu itu, sehingga keadaan ini menimbulkan pemimpin tertentu. Pendapat atau teori ini tidak memperhatikan aspek-aspek predisposisi yang ada pada diri seseorang, sehingga pandangan ini menimbulkan pendapat bahwa pemimpin itu dibentuk oleh situasi atau keadaan pada waktu itu.

c. Personal-situation theory
Kedua teori baik itu teori great man ataupun environmental theory memandang bahwa pemimpin itu dibentuk oleh factor tunggal, yaitu factor pembawaan atau factor lingkungan, tidak melihat interaksi antara keduanya. Westburg berpendapat bahwa dalam kepemimpinan mencakup baik sifat-sifat yang ada dalam diri individu (the affective, intellectual, and action traits of the individual) maupun kondisi di man individu berada, atau lingkungannya (the specific coditions under wich the individual operates). Jelas teori atau pandangan ini melihat pemimpin merupakan hasil interaksi antara individu dengan kondisi atau situasi di amna individu berada. Interaksi individu dengan lingkungannya akan membentuk pemimpin tertentu.

d. Interaction- expectation theory
Teori ini lebih melihat pada interaksi antara pemimpin dengan kelompok yang dipimpin. Pemimpin perlu menciptakan struktur interaksi yang merupakan stimulus yang terciptanya situasi yang relevan dengan harapan-harapan yang dipimpinnya. Oleh karena itu memimpin perlu menciptakan situasi yang dapat menunjang ikut berpatisipasinya kelompok yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama. Teori ini lebih menitikberatkan dinamika interaksi antara pemimpin dengan yang dipimpin, dan melalui interaksi ini dapat dijaring keinginan-keinginan atau harapan-harapan yang dipimpinnya. Teori ini mengarah kepada suatu pandangan bahwa kelompok yang dipimpin itu bukan sekedar merupakan objek saja, tetapi juga merupakan subjek yang memiliki keinginan atau harapan-harapan untuk ikut ambil bagian di dalamnya.

e. Humanistic theory
Pandangan atau teori ini lebih melihat pada fungsi kepemimpinan untuk mengatur individu atau kelompok yang dipimpinnya, untuk merealisasikan motivasinya agar dapat bersama-sama mencapai tujuannya. Oleh karena itu yang penting dalam teori ini ialah unsur organisasi yang baik, dan dapat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan kelompok yang dipimpinnya. Organisasi ini berperan sebagai wadah untuk dapat mengontrol agar segala kegiatan itu dapat benar-benar terarah kepada tujuan yang ingin dicapai. Focus dari teori ini ialah bahwa individu atau kelompok yang dipimpin adalah makhlik social yang mempunyai perasaan, kemampuan, serta kebutuhan-kebutuhan tertentu.

f. Exchange theory
Dengan adanya interaksi antara yang pemimpin dengan yang dipimpin diharapkan adanya perubahan dimana yang dipimpin akan berpartisipasi secara aktif. Dengan interaksi diharapkan adanya saling harga-menghargai antara pemimpin dengan yang dipimpin, sehingga yang dipimpin dengan yang dipimpin bersama-sama adanya kepuasan dalam mencapai harapan-harapannya, tujuannya atas dasar kebersamaan.

Kesimpulan

Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan dari sesrorang( yaitu pemimpin atau leader ) untuk mempengaruhi orang lain ( yaitu orang yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya), sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut

Daftar pustaka
Walgito, bimo. 2003. Psikologi social suatu pengantar. Andi, Yogyakarta.
Ahmadi,abu. 2007. Psikologi social. Rineka cipta, semarang.
Bandura, A. 1977. Social learning theory. Prentice Hall Inc.,Englewood Cliffs, New Jersey.
Abu Ahmadi, Drs., H., psikologi social, Cet. Ke-9, PT. bina ilmu, Surabaya, 1988.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s