NewJelajahi Kompas.com Bersama Teman-Teman Facebook AndaLearn more Kembali ke Index Topik Pilihan Pulau dan Pantai, Andalan Wisata Pesisir Selatan Penulis : Ni Luh Made Pertiwi F | Minggu, 10 Juni 2012 | 16:18 WIB Dibaca: 924Komentar: 0 | Share: Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.

Wisatawan tengah asyik memandangi panorama kota Painan dari Bukit Langkisau, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
TERKAIT:
Keelokan Pesisir Selatan Tak Didukung Hotel Berbintang
Wisata Pesisir Selatan Mulai Tersingkap
Anak Pintar, Yuk Wisata ke Mekarsari…
Memacu Sepeda dari Sawahlunto
Wisata Religi ke 6 Gua Maria di Pulau Jawa
PAINAN, KOMPAS.com – Sesuai namanya, Kabupaten Pesisir Selatan di Sumatera Barat, letaknya berada di tepian laut dan memiliki pulau-pulau besar maupun kecil tak berpenghuni. Kekayaan bahari dan pantai pun menjadi andalan wisata di kabupaten ini.

“Pesisir Selatan punya 57 pulau. Pulau besar ada 17. Sisanya pulau-pulau kecil dan pulau-pulau tak berpenghuni,” kata Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Nasrul Abit kepada Kompas.com usai etape 6 Pariaman-Painan pada ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2012 di Painan, ibukota Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (9/6/2012).

Beberapa pulau, lanjutnya, merupakan pulau tempat penyu-penyu bertelur. Ada kawasan yang menjadi tempat penangkaran penyu. Pihaknya pun ingin mengembangkan tempat penangkaran penyu sebagai obyek wisata berbasis lingkungan.

Dari 57 pulau di Kabupaten Pesisir Selatan, ada beberapa pulau yang memang sudah terkenal sebagai destinasi wisata. Pulau-pulau tersebut antara lain Pulau Cubadak, Pulau Karabak, Pulau Pulau Babi, dan Pulau Cingkuak. “Seperti Pulau Cubadak, sudah terkenal. Ramai kunjungan dari bulan Juli sampai Januari biasanya bisa full. Kebanyakan turis dari Eropa, karena pengelolanya orang Italia. Jadi banyak turis dari Belanda dan Perancis,” jelas Nasrul.

Ia menuturkan Pulau Cubadak merupakan salah satu dari sepuluh destinasi wisata yang sering dikunjungi Sumatera Barat. Selain Pulau Cubadak, andalan lainnya adalah Bukit Langkisau. Dari bukit ini, wisatawan bisa melihat pemandangan kota Painan dan daerah Pesisir Selatan dari ketinggian.

Letak Bukit Langkisau berada di 300 meter di atas permukaan laut. Bentuk bukit dan angin di kawasan ini, menjadikan Bukit Langkisau cocok sebagai tempat paragliding. Sayangnya, ungkap Nasrul, belum ada penginapan di kawasan ini.

“Homestay pun tidak ada di Bukit Langkisau. Memang kekurangan Pesisir Selatan adalah kurangnya hotel,” jelas Nasrul.

Ia menambahkan akses menuju Kabupaten Pesisir Selatan dari Padang hanya ada satu jalan. Perlu waktu tempuh sekitar dua jam dari Padang menuju Painan, ibu kota Kabupaten Pesisir Selatan. Pihaknya berencana menambah akses-akses lain seperti akses dari Pesisir Selatan menuju Solok dan akses dari kawasan wisata Mandeh ke Padang.

Editor :I Made Asdhiana

Iklan

TEKNOLOGI INFORMASI DAN TEKNOLOGI KEARIFAN LOKAL

A. Teknologi Informasi

1. Pengertian Teknologi
Pengertian teknologi secara umum
• proses yang meningkatkan nilai tambah.
• produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja.
• struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

2. Dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet :

• Dampak Positif
a. Internet sebagai media komunikasi merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
b. Media pertukaran data dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
c. Media untuk mencari informasi atau data perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
d. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga kita tahu apa saja yang terjadi.
e. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
f. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

• Dampak Negatif
a. Pornografi anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
b. Penipuan hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu.
c. Bisa membuat seseorang kecanduan terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Jadi internet tergantung pada pemakainya bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi itu, namun semestinya harus ada batasan-batasan dan norma-norma yang harus mereka pegang teguh walaupun bersentuhan dengan internet atau di dalam dunia maya.

3. Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kehidupan Sehari-hari.

Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain :
• Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja.

• Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
• Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking.
• Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seirng perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih.
• Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan
Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.

4. Tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:
a. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
b. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri.
c. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari.
d. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
e. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah seharihari

B. Teknologi Kearifan Lokal

1. Pengertian Kearifan Lokal
Pengertian Kearifan Lokal dilihat dari kamus Inggris Indonesia, terdiri dari 2 kata yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Local berarti setempat dan wisdom sama dengan kebijaksanaan. Dengan kata lain maka local wisdom dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
Secara filosofis, kearifan lokal dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan masyarakat lokal/pribumi (indigenous knowledge systems) yang bersifat empirik dan pragmatis. Bersifat empirik karena hasil olahan masyarakat secara lokal berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di sekeliling kehidupan mereka. Bertujuan pragmatis karena seluruh konsep yang terbangun sebagai hasil olah pikir dalam sistem pengetahuan itu bertujuan untuk pemecahan masalah sehari-hari
Dari definisi-definisi itu, kita dapat memahami bahwa kearifan lokal adalah pengetahuan yang dikembangkan oleh para leluhur dalam mensiasati lingkungan hidup sekitar mereka, menjadikan pengetahuan itu sebagai bagian dari budaya dan memperkenalkan serta meneruskan itu dari generasi ke generasi. Beberapa bentuk pengetahuan tradisional itu muncul lewat cerita-cerita, legenda-legenda, nyanyian-nyanyian, ritual-ritual, dan juga aturan atau hukum setempat.
Kearifan lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka. Dengan cara itulah, kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa dari budaya lokal.
2. Jenis- jenis Kearifan Lokal
a. Tata kelola,berkaitan dengan kemasyarakatan yang mengatur kelompok sosial (kades).
b. Nilai-nilai adat, tata nilai yang dikembangkan masyarakat tradisional yang mengatur etika.
c. Tata cara dan prosedur, bercocok tanam sesuai dengan waktunya untuk melestarikan alam.
d. Pemilihan tempat dan ruang.

 Kearifan lokal yang berwujud nyata, antara lain;
• Tekstual, contohnya yang ada tertuang dalam kitab kono (primbon), kalinder.
• Tangible, contohnya bangunan yang mencerminkan kearifan lokal.
• Candi borobodur, batik.

 Kearifan lokal yang tidak berwujud;
• Petuah yang secara verbal, berbentuk nyanyian seperti balamut.

3. Fungsi Kearifan Lokal
• Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam
• Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia,
• Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
• Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan.
• Bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal/kerabat.
• Bermakna sosial, misalnya pada upacara daur pertanian.
• Bermakna etika dan moral, yang terwujud dalam upacara Ngaben dan penyucian roh leluhur.
• Bermakna politik.

4. Hubungan Kearifan Lokal degan Budaya Lokal

Hubungannya adalah kearifan lokal itu merupakan sesuatu yang berkaitan secara spesifik dengan budaya tertentu (budaya lokal) dan menecerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu (masyarakat lokal). Dan kalau budaya lokal itu merupakan suatu budaya yang dimiliki suatu masyarakat yang menempati lokalitas atau daerah tertentu yang berbeda dari budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang berada di tempat yang lain.

Amien Muhammad, Pegangan Umum Bioteknologi 3. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985. Maggy Themawidjaya, Bioteknologi, Jakarta :Erlangga, 1990

http://romadhon-byar.blogspot.com/2011/10/bioteknologi.html

7 potret “ISBD”

1. Keindahan

Keindahan berasal dari kata indah yang artinya sesuatu yang enak dipandang, dilihat dan dirasakan oleh seseorang. Biasanya keindahan itu didefenisikan untuk alam, bunga, pelangi bahkan manusia. Keindahan untuk sesuatu hal tidak memiliki suatu standar karena tergantung orang yang melihat dan merasakannya. Seperti halnya alam semesta yang diciptakan oleh Allah SWT dengan sangat indah dan keelokannya.

Keindahan juga bisa dirusak atau hilang nilainya karena ulah tangan manusia. Pada manusia keindahan biasanya diperuntukkan bagi orang-orang yang cantik/tampan, langsing, seksi, imut, manis atau memiliki senyum yang indah, mata yang indah, hidung yang mancung. Tetapi bagi orang mukmin keindahan adalah orang yang saleh dan baik hatinya, sopan tutur katanya, mulia akhlaknya, lemah lembut, rendah hati, serta menutup auratnya. Keindahan itu bisa tumbuh atau datang dari diri kita sendiri atau dalam diri individu.

Orang-orang sererti itulah yang indah dimata Allah SWT, karena keindahan tidak hanya dilihat secara kasat mata tapi terpancar dari dalam diri manusia tersebut.

2. Cinta Kasih

Cinta kasih adalah suatu sifat yang pasti ada dalam diri manusia, karena Allah SWT telah menciptakan manusia dengan rasa cinta, kasih, dan sayang. Sekeras apapun, sejahat apapun, sekejam apapun, seseorang pasti didalam hati kecilnya tersimpan rasa cinta, kasih, dan sayang.

Ada pepatah yang menyebutkan tak kenal maka tak sayang, tak sayang makanya tak cinta, maka kenalilah yang ada disekitar kamu dan cinta kasih akan tumbuh, datang atau timbul dengan sendirinya.

Cinta kasih biasanya diberikan kepada orangtua, kakak/adik, keluarga, teman, pacar, dan yang terpenting kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita.

3. Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sikap yang harus dimiliki oleh seseorang atau individu. Apapun pekerjaan yang kita lakukan harus bisa dipertanggung jawabkan. Dalam tanggung jawab itu terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya :
1. Kejujuran seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan
2. Keberanian seseorang dalam mengambil resiko atas pekerjaan yang dilakukannya
3. Harus siap melaporkan hasil pekerjaannya sendiri
4. Melakukan pekerjaan yang diberikan kepadanya dengan kemampuannya sendiri dan bersungguh-sungguh sehingga tidak ada pihak lain yang merasa dirugikan ataupun dibohongi.

Setiap manusia pastilah pernah melakukan kesalahan atau sesuatu hal yang sudah diperbuat dan harus dipertanggung jawabkan oleh manusia itu sendiri.

4. Keadilan

Keadilan berasal dari kata adil yang artinya tidak berat sebelah, sama rata/menempatkan sesuatu pada porsinya. Kita harus adil baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Keadilan di Indonesia sudah sangat memprihatinkan,keadilan di Indonesia merupakan cerminan dari sikap keadilan masyarakat atau individu di Negara ini. Jika sikap keadilan dalam diri seseorang tidak ada maka hal itu akan berdampak pada diri sendiri, keluarga, teman-teman, masyarakat sekitar, dan mencakup keseluruhannya.

Manusia harus memiliki sikap adil dan jika tidak akan merugikan diri nya sendiri dan orang lain. Seperti hal nya dalam memproses kasus gayus tambunan. Jika gayus mempunyai sikap keadilan maka ia tidak akan memberi suap kepada petugas hanya untuk melihat turnamen olympiade, begitupun dengan petugas jika ia memiliki rasa keadilan maka ia tidak akan menerima suapan tersebut.

5. Penderitaan

Penderitaan suatu sifat atau keadaan yang dimiliki oleh seseorang atau individu dimana ia merasakan tidak adanya kebahagiaan didalam hidupnya, yang dia rasakan hanya rasa sedih, pilu, merana terhadap semua halyang telah menimpanya.

Biasanya orang yang merasakan penderitaan adalah orang-orang yang putus asa atau tidak mau bangkit dari keterpurukannya, yang ada mereka hanya mengeluh akan nasib dan penderitaan yang mereka alami.

6. Kegelisahan

Kegelisahan adalah suatu sifat manusia atau individu yang tidak memiliki rasa ketenangan dalam hatinya. Hal tersebut dikarenakan adanya pikiran yang mereka rasakan yang dapat mengancam atau membahayakan diri, keluarga, atau orang-orang yang mereka sayangi.

Seseorang merasakan kegelisahan hendak melakukan sesuatu hal atau kesalahan dan takut orang lain mengetahuinya. Orang-orang yang hatinya selalu gelisah mudah dipengaruhi oleh pikiran-pikiran jahat sehingga mudah depresi, putus asa bahkan ada yang sampai bunuh diri.

7. Harapan

Harapan adalah suatu keinginan yang selalu dimiliki oleh setiap seseorang atau individu dan berusaha untuk mencapai keinginan tersebut.

Biasanya seseorang yang memiliki harapan terlalu besar dan harapannya tersebut tidak tercapi maka mereka akan merasakan kekecewaan. Jadi, sebagai manusia kita boleh bermimpi atau berharap harus diiringi oleh ikhtiar, doa, dan usaha agar apa yang kita harapkan bias tercapai dan jikapun tidak kita tidak boleh merasakan kekecewaan atau putus asa.

8. Pandangan Hidup

Pandangan hidup adalah suatu sifat atau perencanaan seseorang atu individu untuk masa yang akan datang/hari esok agar lebih baik dari hari ini atau kemaren.

Biasanya seseorang berusaha agar hidupnya lebih baik dimasa depan dan ia belajar dari kesalahan masa lalu .

Orang-orang yang memiliki pandangan hidup adalah orang-orang yang tidak pernah putus asa dan orang-orang yang pernah merasakan kegagalan, dari kegagalan itulah itulah orang tersebut termotivasi untuk lebih baik dan berhasil dimasa yang akan datang. Biasanya orang seperti ini memiliki perencanaan yang matang, tanggung jawab dan gigih agar keinginannya bisa tercapai. Orang-orang yang memiliki pandangan hidup seperti ini adalah orang-orang yang akan “SUKSES”

JENIS JENIS FILSAFAT

Seperti definisi filsafat dan semua hal di dunia ini yang terus diperdebatkan oleh para filsuf, pembagian filsafat juga memiliki beberapa versi.
(salah satu ciri para filsuf memang ‘selalu berpikir radikal’. makanya agak susah menemukan kata sepakat )

Berikut ini versi yang paling umum digunakan:
1. Epistemologi
– membicarakan teori pengetahuan. contoh pertanyaan yang dibahas: apakah pengetahuan itu? apa yang menjadi sumber pengetahuan, akal budikah atau pengalaman? adakah pengetahuan yang benar-benar pasti?

2. Metafisika (ini yang paling menarik menurutku, jadi kapan2 mungkin aku bahas lagi secara khusus)
– pembahasan mengenai realitas dan segala sesuatu yang ada, termasuk hakikat di balik realitas dan berbagai hal di luar pengalaman.
– dibagi menjadi 2: Metafisika Umum (Ontologi) dan Metafisika Khusus.
– Metafisika Umum: membahas realitas secara keseluruhan, sekaligus.
– Metafisika Khusus: terdiri atas Kosmologi, Teologi metafisik, dan Filsafat Antropologi. Kosmologi: membahas alam/dunia dan keteraturan yang fundalmental dari realitas. Teori metafisik: membahas eksistensi dan peran Allah, terlepas dari agama dan kepercayaan. Filsafat Antropologi: membahas eksistensi manusia dan semua yang berhubungan dengan eksistensi itu.

3. Logika
– suatu pemikiran yang diutarakan lewat kata dan bahasa. (Isinya kurang lebih sama seperti kek makul Logika, buat yang pernah ikut)

4. Etika
– filsafat mengenai nilai-nilai moral. Terdiri dari etika deskriptif, etika normatif, dan metaetika
.
5. Estetika
– filsafat mengenai seni dan keindahan. Terdiri dari estetika deskriptif, dan estetika normatif.

6. Filsafat tentang berbagai disiplin ilmu.
– Filsafat hukum, filsafat agama, politik, pendidikan, sejarah, bahasa, dan matematika.

DAFTAR PUSTAKA
(sumber):
Rapar JH. 1996. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

Impian Masa Kecil

By Joyolejar Firdaus Keen

“Hidup tak lebih dari tiga perkara anakku.Sepuluh prosen hitam, sepuluh prosen putih, dan delapan puluh prosen sisanya abu-abu.”

“Kamu akan pulang, bukan?” tanya istrimu dengan cemas. Kau hanya terpejam ragu.Pikiran itu membelenggumu seakan borgol berlapis baja mencengkeram erat tanganmu bahkan kakimu. Bagaimana jika kau menjawab Ya, pada hal kamu tak akan mampu menjamin semua itu? Bagaimana jika kau dengan tegas menjawab Tidak, sudah pasti akan menghancurkan serta mengecewakan segalanya. Dan bagaimana jika kau benar-benar pulang dengan membawa sebuah kecacatan.

“Aku akan baik-baik saja Slim” jawabmu akhirnya, dengan sebuah senyum yang menghias bibir keringmu.Kau lihat tatapan mata istrimu itu yang kehabisan obor.Mata bening itu layu, tak kuasa untuk menatap balik ke arahmu.Lalu terpejam untuk berpaling ke arah jendela menganga.

Sementara kau, kau tahu telah berbohong.Kau paham bahwa segalanya tak mungkin baik-baik saja namun tak kuasa untuk mengakuinya.Sepasang mata itu menatap ragu ke arah langit jauh di luar jendela.Kau ikut menatap birunya langit, memohon sebuah keajaiban datang menjemput.Biru itu tak menyajikan sebuah jawab.Dan kalian pun saling bertatapan.

Ya.Istrimu tak tega. Senyum itu hanyalah sebuah kebohongan……..

“Aku akan pulang Slim.Walau harus berdamai dengan keajaiban” jawabmu.Kau terlilit sejuta bimbang saat berucap janji itu.Sebimbang langkah kaki istrimu, sebimbang lautan mimpi yang mengguyurnya setiap malam.Layakkah menanam sebuah harap di tengah kebun keragu-raguan?Sungguh, sejatinya kau ingin merubah semua ini.Benar, kau ingin memberi kepastian terhadap istrimu. Betul, kau tak ingin mengecewakan raga istrimu nan ramping lagi sempurna.

Tetapi sejenak kau teringat kondisimu, tepatnya takdirmu.Di ranah Panti Lara, segala dokter berjas putih-putih, berwajah pintar lagi wibawa hanya menggeleng pelan tentang penyakitmu.Kalian tak pernah absen untuk bersua setiap minggu.Dokter tak henti-hentinya menyinggungmu tentang rokok, rokok, dan rokok.Semakin hari kau memikirkan pertemuan itu, semakin banyak yang telah menggerogoti ragamu. Sering kau terbatuk-batuk hingga mencecerkan darah keruh di lantai, dan kau terlalu sadar untuk tak mengakhirinya bertahun-tahun nan lampau.

“Di mana Papa Ma?Mengapa Papa tidak pulang?” Matamu berlinang tatkala Istrimu bercerita tentang kedua belahan jiwamu yang masih terlampau hijau untuk mengetahui takdirmu, lima hari yang lalu. Jika semua ini pasti kau akan menjawab, “Besok Papa akan pulang”. Namun kau hanya terpaku, menyerahkan semua jawaban itu teruntuk istrimu.Hari semakin menciut, embun-embun asa mulai kian menguap dan menguap.Menderekmu ke jurang peradaban untuk menguburmu dalam-dalam.

Sesungguhnya kau telah mengenal penyakit itu sejak lama.Bahkan sangat lama.Iklan, poster, tak cukup untuk mengingatkanmu walau kau cukup intelektual untuk mengindahkannya.Terlalu agung bagimu hanya untuk tergoda oleh rayuan iklan-iklan itu.Pertama kali, kau bertemu dengan seorang bocah di sebuah acara musik yang digelar oleh sebuah sekolah.Kalian berkenalan, bertukar sapa sembari menikmati alunan musik.Awalnya hanya sepatah dua patah kata yang terucap, dan kau terlalu suka untuk berteman dengannya.Awalnya hanya kacang atom dan minuman bersoda yang dia tawarkan.Kau tampak heran ketika dia mengulurkan sebatang rokok untukmu.Dia berkata, laki-laki mempunyai takdir, yaitu merokok.

Kau bersorak girang manakala tahun berikutnya kalian disatukan dalam sebuah sekolah menengah. Dia mengingatkanmu saat penerimaan raport kenaikan kelas, “Apakah kita masih berteman?”.Kau mengangguk, mengiyakan bahwa takdir itu adalah benar adanya tanpa sebuah perlawanan.Hingga tak terhitung lagi telah berapa masa kalian mengulang lagi mengulang memori festival itu.

Ah, semula segalanya amat sangat menggairahkan. Kau mendongak pelan, umurmu tak akan lama lagi…………

Ayahmu berteman dengan banyak lapisan.Kau meneruskan warisan itu dengan berkarib bersama orang-orang hebat.Kariermu membuat lawan serta kawanmu makhlum.Terlalu haram untuk tidak memberikanmu sebuah acungan jempol.Terlalu nyata di antara mereka bahwa kaulah yang terbaik.Waktunya telah datang bagi mereka untuk menjenguk berbagi belasungkawa. Memotong waktu, melintas jarak untuk memberimu masakan segar yang tak sempat diolah oleh istrimu. Bersilaturahmi membasuh luka. Kau terharu, berucap ribuan terima kasih nan tak terkira. Seperti mimpi bahwa semua itu terjadi tepat dihadapanmu yang tak berdaya.

Wajah seorang bankir yang kau idolakan menatapmu, lekat-lekat.Dia paham.Ketakutan yang selama ini dipendamnya akhirnya terjadi.Kau teringat bahwa dia sering bercerita tentang warna abu-abu. Semula cukup sulit bagi ranah intelektualmu mencerna apa maksud yang tersembunyi. Dan kau meyakini bahwa tak ada orang lain yang lebih tahu tentangmu kecuali dia.

“Aku salut kepadamu Hilman. Jika ini terjadi kepada aku mungkin aku akan sangat marah. Tetapi kau sangat tenang.Kariermu hebat, punya istri cantik, punya anak yang cerdas dan lucu.Kini semua itu direnggut saja dari tanganmu?” kata bankir itu.

Bankir itu hanya berdiri mengungkapkan rasa sedihnya, sesaat kemudian kau bertanya tentang abu-abu.Dia tersenyum kemudian menjawab, “Abu-abu adalah bagian dari warna putih, bukan warna hitam.Selama kita berada dalam warna putih, akan selalu ada cahaya sebagai harapan”.

Kau menerawang menembus jendela.Kau paham bahwa belumlah saatnya bagi belahan jiwamu untuk mengetahui semua ini.Namun istrimu, entah berapa depa hari lagi dia kuat untuk bertahan memikul beban.Inilah, sekaranglah saatnya untuk mematri dalam-dalam di lubuk hatimu, tentang sebuah kebangkitan.Tiba-tiba saja muncullah sebuah referensi yang telah lama kau pendam. Bahwa jika kau bangkit, semangatmu akan dibaca orang lain. Saat itulah mereka akan menolongmu. Ketika kau bersama orang-orang disekelilingmu, percayalah semua akan terasa ringan.

Adakah hari sebaik hari ini?Berulang lagi berulang kau ucapkan kalimat itu bersama senyum kemenangan.Kau tak perlu lagi khawatir.Kau buang jauh-jauh ketakutan yang berakar dari ketakutan kamu sendiri. Adakah menara-menara kekuasaan dan kesuksesan akan kau biarkan runtuh begitu saja? Tidak, tak akan kau biarkan mereka menang. Laramu berubah jadi dendam. Kau melecut, menyingsingkan lengan baju bertolak menuju masa depan bagai serdadu perang yang tak ingin kembali ke masa lampaumu.

Dokter membaca semangatmu.Wajahmu tak perlu lagi bermurung saat bersua. Ribuan orang terpana menyaksikan geliat semangatmu tatkala sebuah majalah terbitan ibu kota mewawancarai. Ke mana wajah murung itu? Kau bagai air terjun yang meruntuhkan bara api di puncak pegunungan.

“Anda tak takut mati?” tanya seorang wartawan.
“Saya hanya takut kepada prosesnya, dan apa yang saya tinggalkan setelah mati” jawabmu, jujur.

Ah, dulu kau pernah merasa gerah dan ingin pergi sejauh yang kau bisa. Kau ingin mencari tanah baru yang bisa membebaskanmu dari dera.Kini, kau sadar sepenuhnya bahwa tanah itu tak pernah ada.Di sinilah takdirmu.Walau kau ingin berlari atau tidak. Garis itu telah linier, tak peduli apa pun rumus empirik yang kau pakai.

Medan perang telah menyambutmu, dengan ramah.Kau paham bahwa inilah pertarungan yang ingin kau menangkan.Penyakit itu telah menjalar walau kau tak sedikit pun merasakan gejalanya.Kau ingin menjadi juara dengan memanfaatkan peluang yang amat tipis.Jika kemoterapi harus terjadi, terjadilah.Itulah musuh terberat yang harus kau tebas batang lehernya.

Semangatmu memapah raga yang telah kehilangan bobot puluhan kilo ke sebuah almari kenangan.Piala-piala itu menyapamu seakan tak bersua selama ratusan tahun.Padahal sepertinya baru bulan kemarin kau merebutnya dari lawan-lawanmu.Tergapailah sebuah piala yang membuat senyummu kembali terkembang.Piala kejuaraan ping pong antar pelajar yang kau raih dengan cucuran keringat, tenaga, bahkan air mata.Melebihi perjuangan piala-piala lain yang kau raih.Ya, inilah impian masa kecil yang menjadi kenyataan.Impian yang membuatmu kian hidup.

Teringat olehmu tatkala kau mengarak piala itu keliling sekolah.Betapa bangganya saat teman-temanmu memberimu gelar pahlawan sekolah. Kau luar biasa! Kau tak terbendung! Kau berteriak lantang, “Aku tak akan mati! Aku akan hidup selamannya!”.

Ah, semangat itu kembali berkobar. Mengerak di dada………

Jarak kau lahap, waktu kau tempuh.Telah muak kau dengan hanya terkulai di atas pembaringan bagai batu bisu tak berguna.“Aku lebih sehat dari orang yang paling sehat”, ucapmu, garang. Dokter tak kuasa lagi menolak untuk menghadangmu di atas meja ping pong. Sabetanmu masih segarang dulu, dan kau tak terkalahkan.

“Bagaimana anda mengendalikan semua ini?” tanya Dokter.
“Inilah, dengan menikmati semuanya tanpa mengeluh” jawabmu.
“Tapi anda sakit.Bagaimana anda bisa memukul bola itu?”
“Tidak Dok. Kanker ini justru membuat saya hidup”

Ya. Kau telah paham apa arti semua ini. Kau hanya ingin kedua belahan jiwamu mengerti kelak waktu membawa mereka ke gerbang kedewasaan suatu hari esok.

“Kamu akan pulang, bukan?” tanya istrimu dengan tersenyum. Kau tersenyum, tak lagi ragu.Menerawang alam nyata, melepaskan segala pikiran membelenggu. Kau tahu bahwa pada stadium ini dia tidak memerlukan jawaban Ya atau Tidak.

Sementara itu ucapan bankir idolamu masih lekat di telinga, “Hidup tak lebih dari tiga perkara anakku.Sepuluh prosen hitam, sepuluh prosen putih, dan delapan puluh prosen sisanya abu-abu.”

Kewibawaan (Gezak) dalam Pendidikan

1. Pengertian Kewibawaan
Konsep kewibawaan diapnosi dari bahasa Belanda yaitu ‘gezak’yang berasal dari kata ‘zeggen’ yang berarti ‘berkata’.Siapa perkataannya mempunyai kekuatan mengikat terhadap orang lain,berarti mempunyai kewibawaanatau gezak terhadap orang lain.Gazak atau kewibawaan itu pada orang dewasa,terutama pada orang tua.Kewibawaan yang ada pada orang tua (ayah dan ibu) adalah asli.Orang tua dengan langsung mendapat tugas secara natural dari Tuhan untuk mendidik anak-anaknya,suatu hak yang tidak dapat dicabuk,karena terikat oleh kewajiban.Hak dan kewajiban yang ada pada orang tua itu,keduanya tidak dapat dipisahkan.
Dalam pengertian umum kewibawaan sering pula diartikan sebagai sesuatu kelebihan yang dimiliki seseorang.Dengan kelebihan yang dimilikinya ia dihargai,dihormati,disegani,bahkan ditakuti oleh orang lain atau kelompok masyarakat tertentu.Kelebihan itu bias saja dalam berbagai dimensi yang dipunyai seseorang,mungkin karena ilmu/keahlian atau kepintarannya,kekayaannya,kekuatannya,kecakapannya,sifatnya,dan perilakunya 9kepribadian).
Kewibawaan yang dipunyai orang tua dengan kewibawaan yang dimiliki guru dalam pendidikan tentu saja ada kesamaan dan perbedaannya.Orang tua (ayah dan ibu) adalah pendidik yang pertama dan utama dan sudah semestinya.Mereka adalah pendidik alami dan asli yang menerima tugas secara kodratdari Tuhan untu mendidik anak-anaknya.Karena itu sudah semestinya mereka mempunyai kewibawaanterhadap anak-anaknya.
Kewibawaan orang tua dapat dilihat dari dua sisi,yaitu
a. Kewibawaan Pendidikan
Kewibawaan dalam hal ini,orang tua bertujuan memelihara keselamatan anak-anaknya,agar mereka dapat hidup terus,dan selanjutnya berkembang jasmani dan rohaninya menjadi manusia dewasa.Perbawa pendidikan itu berakhir jika anak itu sudah menjadi dewasa.Nasehat-nasehat yang dimintanya atau diterimanya dari orang tua meskipun orang yang meminta atau menerima nasehat itu sudah dewasa,itu juga baik,dan banyak juga yang dituruti,tetapi hal itu hendaknya timbuldari hati yang tulus ikhlas,tidak karena sesuatu keharusan.
b. Kewibawaan keluarga
Orang tua merupakan kepala dari suatu keluarga.Tiap keluarga merupakan masyarakat kecil,sebagai sebuah masyarakat,tentu didalamnya harus ada peraturan-peraturan yang harus dipatuhi dan dijalankan.Tiap anggota keluarga harus patuh kepada peraturan yang berlaku dalam keluarga.Dengan demikian orang sebagai kepala keluarga dan dalam hubungan kekeluargaannya mempunyai kewibawaan terhadap anggota keluarganya.Kewibawaan keluarga bertujuan untuk pemeliharaan dan keselamatan keluarga.Tiap anggota keluarga harus tunduk kepada kewibawaan keluarga,selama ia menjadi anggota keluarga itu.
Kewibawaan guru dan tenaga kependidikan lainnya,sebagai pendidik bukan dari kodrat,melainkan karena jabatan yang diterimanya.Ia ditunjuk,diangkat dan diberi kekuasaan sebagai pendidik oleh Negara atau masyarakat.Oleh karena itu kewibawaan yang ada padanyapun berlainan dengan kewibawaan orang tua.

a. Kewibawaan guru dalam pendidikan
Seperti halnya kewibawaan pendidikan yang ada pada orang tua,guru atau pendidik karena jabatan perkenaan dengan jabatannya sebagai pendidik,telah diserahi sebagian dari orang tua untuk mendidik anak-anak.Guru atau pendidik karena jabatan menerima kewibawaannya sebagian lagi dari pemerintah yang mengangkat mereka.Kewibawaan pendidikan yang ada pada guru ini terbatas oleh banyaknya anak-anak yang diserahkan kepadanya,dan setiap tahun berganti murid.
b. Kewibawaan pemerintah
Disamping memiliki kewibawaan pendidikan,guru atau pendidik karena jabatannya juga mempunyai kewibawaan memerintah.Mereka diberikan kekuasaan (gezak) oleh pemerintah atau instansi yang mengangkatnya.Kekuasaan (kewibawaan)

tersebut meliputi pimpinan kelas;disitulah anak-anaktelah diserahkan kepadanya.Bagi kepala sekolah kewibawaan lebih luas,Meliputi pimpinan sekolahnya.

2. Fungsi Kewibawaan
Pendidikan terdapat dalam pergaulan antara orang dewasa dengan anak didik.Sebab pergaulan antara orang dewasa sesamanya,orang menerima dan bertanggung jawab sendiri terhadap pengaruh-pengaruh pergaulan itu.Demikian pula pergaulan antara anak-anak dengan anak-anak ,biarpun seringkali seorang anak menguasai dan diturut oleh anak –anak lainya,tetapi kekuasaan atau gazak yang terdapat pada anak itu tidak bersifat gazak pendidikan,karena kekuasaan itu tidak tertuju kepada tujuan pendidikan.
Dalam pergaulan baru terdapat pendidikan, jika didalamnya telah terdapat kepatuhan dari si anak, yaitu sikap menuruti atau mengikuti wibawa yang adapada orang lain; mau menjalankan suruhannya dengan sadar. Tetapi tidak semua pergaulan antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan pendidikan; ada pula pergaulan semacam itu yang mempunyai pengaruh-pengaruh jahat atau pergaulan yang netral saja.
Satu-satunya pengaruh yang dapat dikatakan pendidikan ialah pengaruh yang menuju kedewasaan sianak; untuk menolong anak menjadi orang yang kelak dapat atau sanggup memenuhi tugas hidupnya secara mandiri.
Tidak setiap macam tunduk atau menurut terhadap orang lain dapat dikatakan “ Tunduk terhadap wibawa pendidikan “ . lalu bagaimana sikap anak terhadap kewibawaan pendidik? Longeveld menjelaskan dengan dua buah kata yaitu :
a. Sikap menurut atau mengikut, yaitu mengakui kekuasaan orang lain yang lebih besar karna paksaan, takut, jadi bukan tunduk atau menurut yang sebenarnya.
b. Sikap tunduk dan patuh, yaitu dengan sadar mengikuti kewibawaan, artinya mengakui hak pada orang lain untuk memerintah dirinya, dan dirinya merasa sendiri terikat akan memenuhi perintah itu.
tampak bahwa fungsi wibawa pwndidikan adalah membawa sianak kearah pertumbuhannya yang kemudian dengan sendirinya mengakui wibawa orang lain dan mau menjalankannya.
3. Penggunaan kewibawaan oleh guru dan pendidk lainnya
Kewibawaan pendidikan yang dimaksudkan disini adalah yang menolong dan memeimpin anak kearah kedewasaaan atau kemandirian. Penggunaan kewibaaan oleh guru dan tenaga kependidikan lainnya perlu didasarkan pada factor-faktor berikut:
a. Dalam menggunakan kewibawaan hendaklah didasarkan atas perkembnagan anak sebagai pribadi. Pendidik (guru) hendaklah mengabdi pada pertumbuhan anak yang belum selesai perkembangannya. Dengan kebijaksanaan pendidik, anak dibawa kearah kesanggupan menggunakan tenaganya dan pembawaaannya yang tepat. Wibawa pendidikan itu bukan bertugas memerintah, melainkan mengamat-amati serta memperhatikan dan menyesuaikannya kepada perkembangan dan kepribadian masing-masing anak.
b. Pendidik hendaklah memberi kesempatan kepada anak untuk bertindak atas inisiatif sendiri. Kesempatan atau keleluasaaan itu hendaknya makin lama diperluas, sesuai dengan perkembanagan dan bertambahnya usia anak. Anak harus diberi kesempatan cukup untuk melatih diri untuk bersikap patuh karna sianak dapat bersikap tidak patuh. Jadi, dengan wibawa tuhendaklah pendidik berangsur-angsurmengundurkan diri sehingga akhirnya tidak diperlukan lagi. Mendidik anak bearti mendidik untuk dapat berdiri sendiri (mandiri).
c. Pendidik hendaknya menjalankan kewibawaannya atas dasar cinta kepada anak. Ini bearti berbuat sesuatu untuk kepentingan anak, bukannya memerintah atau melarang untuk kepentingannya sendiri. Cinta itu perlu bagi pekerjaan mendidik sebab dari cinta dan kasih saying itulah timbul kesanggupan selalu bersedia berkorban untuk sang anak, slalu memperhatikan kebahagiaan sianak yang sejati.

4. Kewibawaan dalam pendidikan
a. Kewibawaan dan pelaksaaan, kewibawan dalam keluarga, terutama dimaksudkan untuk melaksanakan berputarnya roda masyarakat kecil. Kebibawaan dalam keluarga ialah untuk membawa sianak kekedewasaannya; tahu norma-norma dan bersedia menyesuaikan hidupnya dengan norma-norma itu. Dalam pendidikan pelaksanaan kewibawaan tujuannya untuk norma-norma itu; dengan wibawa itu pendidik hendak membawa anak agar mengetahui, memiliki, dan hidup sesuai dengan norma-norma.
b. Pelaksanaan kewibawaan dalam pendidkan harus bersandarkan peruwjudan norma dalam diri sipendidik. Oleh karna itu wibawa dan pelaksanaaannya mempunyai tujuan membawa anak ketingkat kedewasaan, yaitu mengenal dan hidup yang sesuai dengan norma-norma itu sendiri

5. Kewibawaan dan identifikasi
Bahwa tujuan dari wibawa dalam pendidikan adalah berusaha membawa anak kearah kedewasaannya. Ini bearti secara berangsur-angsur anak dapat mengenal nilai hidup atau norma-norma ( seperti norma kesusilaan, keindahan, ketuhanan, dan sebagainya) dan menyesuaikan diri dengan norma-norma itu dalam hidupnya. Bagaimana norma-norma dan nilai identifikasi nilai hidup itu diterima dan dimiliki anak?Syarat mutlak dalam pendidikan adalah adanya kewibawaan pada pendidik. Tampa kewibawaan ,pendidik tidak akan berhasil baik.
Dalam setiap macam kewibawaan terdapatlah suatu identifikasi sebagai dasar. Artinya,dalam melakukan kewibawaan si pendidik mempersatukan dirinya dengan yang dididik,juga yang dididik,juga yang dididik mempersatukan dirinya terhadap pendidiknya. Dalam kaitan ini,identifikasi mengandung arti ,yaitu:
a. Si pendidik mengidentifikasakan dirinya dengan kepentingan dan kebahagian si anak. Ia berbuat untuk anak,karena anak belum dapat berbuat sendiri. Ia memilih untuknya;jadi untuk anaknya itulah yang mengambil tanggung jawab,yang semestinya menjadi tanggung jawab si anak sendiri. Jadi,si pendidik akan mewakili kata hati anak didiknya untuk sementara. Si pendidik memilih,mempertimbangkan,dan memutuskan untuk anak didiknya. Hal demikian dapat dipertanggung jawabkan ,dan memang perlu selama si anak belum dapat memilih,mempertimbangkan,dan mengambil keputusan untuk dirinya. Tetapi lambat laun campur tangan orang tua atau pendidik harus makin berkurang.
b. Si anak mengidentifikasikan dirinya terhadap pendidiknya. Identifikasi anak sebagai makhluk yang sedang tumbuh tentu saja berlain-lain menurut perkembangan umurnya,menurut pengalamannya.
Ada dua kemungkinan cara mengidentifikasi oleh anak,
a. Ia dapat sama sekali melenyapkan dirinya menurut sempurna, tidak menentang;perintah dan larangan dilakukan secara pasif saja. Bahayanya adalah didalam diri anak tidak tumbuh kesadaran akan norma-norma,sehingga ia tidak akan mungkin sampai pada tingkatan “penentuan sendiri”,
b. Karena ikatan dengan sang pemegang wibawa (pendidik) terlalu kuat-erat,sehingga merintangi perkembangan “aku” anak itu. Tetapi ikatan yang sangat erat itu dapat menimbulkan usaha yang sangat aktif untuk mencapai persamaan dengan pendidiknya;berbuat seperti apa yang diharapkan dari pendidiknya,atau si anak ingin menjadi sang pemegang “wibawa” itu.
Anak yang menurut dapat memberikan gambaran gambaran seakan-akan kita mencapai hasil baik dalam pendidikan. Akan tetapi harus diingat bahwa si anak harus kita didik tidak saja dengan hak,melainkan dengan kewajiban membawa dirinya kesuatu tingkatan untuk makin dapat mandiri. Identifikasi si anak terhadap orang tua atau pendidik lambat laun harus dilepaskan dari sifat perseorangan,dan harus ditujukan kepada norma-normanya.
Kesimpulan,identifikasi pada diri seorang anak mulanya tertuju kepada diri pribadi pendidiknya,kemudian tertuju kepada nilai-nilai dan norma-normanya;kelak ia lebih melepaskan lagi dari diri pendidiknya,dan lebih lagi menunjukkan dirinya kepada nilai dan norma-norma itu. Jelas bahwa fungsi kewibawaan dalam pendidikan ialah membuat si anak mendapatkan nilai-nilai dan norma-norma hidup.

DAFTAR PUSTAKA
Purwanto, Ngalim (1992). Ilmu pendidikan, Teoritis dan praktis. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Sumber lain yang relevan Tim penyusun UNP